Anak Kos Gen Z Lebih Suka Bayar Pakai QRIS? Ini Solusinya untuk Pemilik Kos!
Di era digital seperti sekarang, generasi Z (Gen Z) yang lahir antara 1997-2012 semakin mendominasi pasar, termasuk di sektor hunian seperti kos-kosan. Mereka yang sering disebut "anak kos" ini lebih memilih gaya hidup praktis, cepat, dan cashless. Salah satu tren yang menonjol adalah penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) untuk pembayaran sewa. Menurut data Bank Indonesia pada Juli 2025, Gen Z menyumbang 27,94% dari total 75,49 juta pengguna QRIS di Indonesia, menjadikannya kelompok terbesar. Hal ini menunjukkan bahwa anak kos Gen Z lebih suka bayar pakai QRIS daripada transfer bank tradisional atau tunai. Bagi pemilik kos, ini adalah peluang emas untuk mengadopsi sistem pembayaran modern. Artikel ini akan membahas mengapa Gen Z prefer QRIS dan solusi praktis untuk pemilik kos agar bisnisnya tetap kompetitif.
Mengapa Anak Kos Gen Z Lebih Suka Bayar Sewa Pakai QRIS?
Gen Z tumbuh bersama teknologi, sehingga mereka menghargai kemudahan dan kecepatan. Di Indonesia, adopsi pembayaran digital di kalangan Gen Z mencapai tingkat tinggi. Sebuah survei Ipsos 'Cost of Living 2025' menunjukkan bahwa Gen Z dan Milenial paling sering menggunakan aplikasi perbankan digital, termasuk QRIS untuk transfer dan pembayaran. Bagi anak kos, QRIS menawarkan beberapa keunggulan:
- Praktis dan Cepat: Cukup scan kode QR dari ponsel, masukkan nominal sewa, dan transaksi selesai dalam hitungan detik. Tidak perlu antre di ATM atau ingat nomor rekening pemilik kos.
- Aman dan Transparan: Setiap transaksi tercatat secara digital, mengurangi risiko uang palsu atau hilang. BI mencatat bahwa QRIS telah meningkatkan keamanan pembayaran non-tunai, dengan pertumbuhan transaksi hingga 148% pada Juni 2025.
- Integrasi dengan E-Wallet: Gen Z sering menggunakan GoPay, OVO, atau DANA. QRIS memungkinkan pembayaran dari berbagai e-wallet tanpa batas, sesuai dengan survei Statista yang menyatakan 96% orang Indonesia menggunakan e-wallet, terutama Gen Z.
- Promo dan Cashback: Banyak aplikasi QRIS menawarkan diskon atau cashback, yang menarik bagi anak kos dengan budget terbatas. Ini juga mendorong pembayaran tepat waktu.
Penelitian dari IEEE menunjukkan bahwa mayoritas pengguna QRIS di Jakarta adalah Gen Z, dengan faktor utama seperti ekspektasi performa dan dukungan sosial memengaruhi adopsi mereka. Di Surakarta, tempat banyak mahasiswa Gen Z tinggal di kos, tren ini semakin kuat karena kemudahan akses internet dan smartphone.
Manfaat QRIS bagi Pemilik Kos di Indonesia
Bagi pemilik kos, mengadopsi QRIS bukan hanya mengikuti tren, tapi juga meningkatkan efisiensi bisnis. Berikut manfaat utamanya:
- Pembayaran Lebih Cepat dan Tepat Waktu: Tidak ada lagi cerita telat bayar karena lupa transfer. QRIS memungkinkan pemantauan real-time melalui aplikasi, mengurangi tunggakan sewa.
- Biaya Rendah: Merchant Discount Rate (MDR) QRIS hanya 0,3-0,7%, lebih murah daripada EDC kartu kredit. Ini menghemat biaya operasional pemilik kos.
- Rekam Jejak Digital: Semua transaksi tercatat otomatis, memudahkan pembukuan dan pelaporan pajak. Menurut MicroSave Consulting, QRIS membantu UMKM seperti pemilik kos dalam penilaian kreditworthiness.
- Meningkatkan Daya Tarik Kos: Kos yang mendukung QRIS lebih disukai Gen Z. Ini bisa jadi nilai jual di iklan online, seperti "Bayar Sewa Mudah via QRIS".
- Keamanan Tinggi: Tanpa uang tunai, risiko pencurian berkurang. QRIS juga mendukung inklusi keuangan, seperti yang disebutkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming bahwa Gen Z memimpin adopsi QRIS untuk ekonomi digital.
Dalam konteks bisnis kos di Central Java seperti Surakarta, QRIS bisa integrasikan dengan sistem manajemen properti untuk otomatisasi tagihan bulanan.
Solusi Praktis: Cara Implementasi QRIS untuk Pembayaran Sewa Kos
Menerapkan QRIS mudah dan cepat. Ikuti langkah-langkah ini:
- Pilih Penyedia Layanan Pembayaran (PSP): Daftar ke bank atau non-bank berlisensi BI, seperti BCA, Mandiri, GoPay, atau OVO. Kunjungi situs resmi QRIS untuk daftar PSP.
- Registrasi Merchant: Submit data usaha (NPWP, SIUP jika ada) dan dokumen identitas. Proses verifikasi biasanya 1-3 hari.
- Dapatkan Kode QR: PSP akan berikan QR statis (untuk sewa tetap) atau dinamis (nominal berubah). Cetak dan tempel di kos atau kirim via WhatsApp ke penghuni.
- Integrasi dengan Sistem: Gunakan API QRIS untuk integrasi dengan app manajemen kos, seperti Doterb PMS, agar tagihan otomatis.
- Promosikan ke Penghuni: Beritahu anak kos via grup WA atau poster. Tawarkan diskon untuk pembayaran pertama via QRIS.
Untuk pemilik kos kecil, mulai dengan QRIS statis yang gratis. BI mendorong adopsi ini untuk UMKM, dengan target ekspansi ke lebih banyak negara pada 2026. Pastikan kos Anda siap dengan koneksi internet stabil.
Kesimpulan: Adopsi QRIS untuk Bisnis Kos yang Berkelanjutan
Anak kos Gen Z memang lebih suka bayar pakai QRIS karena kemudahan dan keamanannya. Bagi pemilik kos, ini adalah solusi untuk tetap relevan di pasar yang didominasi digital natives. Dengan statistik BI yang menunjukkan Gen Z sebagai pengguna terbesar QRIS, mengabaikan tren ini bisa berarti kehilangan penyewa potensial. Mulailah implementasi sekarang untuk efisiensi, keamanan, dan pertumbuhan bisnis. Kunjungi kawanbisnis.com untuk tips bisnis lebih lanjut, atau hubungi PSP terdekat. Jangan tunggu, digitalisasi kos Anda hari ini!

Posting Komentar untuk "Anak Kos Gen Z Lebih Suka Bayar Pakai QRIS? Ini Solusinya untuk Pemilik Kos!"
Posting Komentar