Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Undang Serikat Pekerja dan Manajemen Pelindo II Bahas Harmonisasi Operasional
TANJUNG PRIOK – Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok mengundang perwakilan serikat pekerja serta manajemen PT Pelindo II untuk membahas situasi operasional dan menjaga hubungan industrial di kawasan pelabuhan tersibuk di Indonesia. Undangan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya harmonisasi aktivitas bongkar muat dan kelancaran logistik nasional.
Pertemuan berlangsung di kantor Otoritas Pelabuhan dan dihadiri oleh unsur manajemen Pelindo Regional II/IPC, perwakilan serikat pekerja dari unit-unit terminal, serta sejumlah pemangku kepentingan pelabuhan lainnya. Agenda utama mencakup pembahasan komunikasi kerja, isu produktivitas, dan langkah jangka panjang menjaga stabilitas layanan terminal.
Fokus Bahasan Pertemuan
Dalam agenda pembuka, pihak Otoritas Pelabuhan menegaskan pentingnya keseimbangan antara produktivitas operasional dan kesejahteraan para pekerja. Sejumlah isu utama yang mengemuka antara lain:
-
Kelancaran arus kapal dan logistik kontainer
-
Kekurangan tenaga teknis pada jam sibuk
-
Evaluasi sistem rotasi dan jam kerja
-
Rencana perawatan rutin alat bongkar muat
-
Mekanisme penyampaian aspirasi pekerja
Serikat pekerja menyampaikan masukan terkait perlindungan hak pekerja, peningkatan fasilitas kerja, serta kebutuhan peningkatan koordinasi agar tidak menimbulkan hambatan distribusi barang.
Pelindo II Berkomitmen Tingkatkan Kinerja
Manajemen Pelindo II menegaskan komitmen mendukung iklim kerja kondusif. Perusahaan menyatakan akan:
-
Mengoptimalkan jadwal perawatan alat
-
Meningkatkan pelatihan operator alat berat
-
Mengutamakan keselamatan kerja
-
Mempercepat respon jika muncul potensi gangguan operasional
Pelindo II juga menyambut baik format dialog rutin antara perusahaan, serikat pekerja, dan pihak regulator pelabuhan.
Peran Strategis Pelabuhan Tanjung Priok
Sebagai gerbang ekspor-impor nasional, Tanjung Priok menyumbang lebih dari 60% pergerakan logistik laut Indonesia. Gangguan kecil sekalipun berpotensi mempengaruhi rantai pasok nasional.
Keterlibatan Otoritas Pelabuhan dalam komunikasi tripartit dinilai krusial untuk mencegah konflik, meningkatkan efisiensi, dan memastikan kelancaran arus barang di tengah pertumbuhan ekonomi.
Pertemuan Rutin Direncanakan
Pertemuan tersebut disepakati akan dilakukan secara berkala, sebagai bentuk komitmen transparansi dan dialog terbuka antarstakeholder. Serikat pekerja menyatakan siap berkolaborasi dan mendukung operasional pelabuhan selama aspirasi dan keselamatan pekerja mendapat perhatian.
Penutup
Undangan resmi Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok kepada serikat pekerja dan manajemen Pelindo II menunjukkan keseriusan pemerintah menjaga stabilitas pelabuhan vital nasional. Dengan dialog terbuka dan kolaboratif, diharapkan layanan pelabuhan tetap optimal dan produktivitas logistik nasional meningkat.

Posting Komentar untuk "Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Undang Serikat Pekerja dan Manajemen Pelindo II Bahas Harmonisasi Operasional"
Posting Komentar