Menurut Listyati, peran ibu-ibu yang tergabung dalam badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) dinilai lebih efektif dalam menggerakkan perubahan perilaku di tingkat rumah tangga dibandingkan struktur formal di tingkat RT.
Ia berharap Muslimat NU dapat menjadi motor penggerak masyarakat dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mulai dari kebiasaan memilah dan mengolah sampah hingga menekan angka stunting. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan pengajian dan pertemuan rutin di RT 02 RW 08 Kelurahan Sendang Mulyo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Ahad (11/1/2026) pagi.
Listyati mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 10.600 RT di Kota Semarang yang masing-masing PKK RT telah mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp3 juta, ditambah dana operasional RT. Ia menekankan agar anggaran yang telah digelontorkan pemerintah tersebut benar-benar dimanfaatkan secara optimal.
Ia juga mendorong adanya kolaborasi nyata antara masyarakat dengan organisasi perempuan yang aktif, seperti Muslimat NU, Fatayat NU, dan Aisyiyah, agar program-program pemerintah dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Listyati menyampaikan pesan Wali Kota Semarang agar seluruh elemen masyarakat mendukung program unggulan, yakni Semarang Bersih, Semarang Sehat, Semarang Cerdas, Semarang Tangguh, dan Semarang Makmur. Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat penting dalam menyiapkan generasi muda yang berkualitas guna menyongsong Indonesia Emas 2045.
Ia menjelaskan, pada tahun 2045 mendatang, penduduk Indonesia diprediksi didominasi oleh usia produktif hingga mencapai 80 persen. Namun, kondisi tersebut bisa menjadi tantangan serius apabila tidak diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang unggul, karena berpotensi menimbulkan pengangguran dan kemiskinan.
Dalam kesempatan yang sama, Listyati juga memaparkan data terkait pengelolaan sampah di Kota Semarang. Saat ini, warga yang telah menerapkan program pilah sampah baru sekitar 36 persen dari total rumah tangga. Data tersebut menjadi bahan evaluasi kinerja lurah dan camat, yang dilaporkan secara daring melalui sistem SIM PKK.
Sementara itu, Ketua PAC Muslimat NU Kecamatan Tembalang, Dwi Supratiwi, menyatakan kesiapan pihaknya untuk bersinergi dengan pemerintah. Sejak terpilih dalam Konferensi Anak Cabang (Konferancab) pada 19 Desember 2025, pihaknya telah mulai melakukan sosialisasi program unggulan masa khidmah 2025–2030.
Ia menjelaskan, terdapat tiga program prioritas PAC Muslimat NU Tembalang yang selaras dengan program pemerintah, yakni Mustika Darling (Muslimat Cantik Sadar Lingkungan), Mustika Mesem (Muslimat Cantik Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem), dan Mustika Segar (Muslimat Cantik Sehat dan Bugar).
Ketiga program tersebut menjadi fokus utama dalam mendukung kebijakan pemerintah, sekaligus menegaskan bahwa peran Muslimat NU tidak hanya terbatas pada kegiatan pengajian, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Posting Komentar untuk "PKK Kota Semarang Ajak Muslimat NU Tembalang Sukseskan Program Pemerintah"
Posting Komentar